Skripsi / Tugas Akhir

19200021006
FASICHAH



ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PAJAK PENGHASILAN DALAM PERSPEKTIF KEADILAN


Abstrak - Fasichah, NIM 19200021006, “Analisis Hukum Islam Terhadap Pajak Penghasilan Dalam Perspektif Keadilan”, Tesis: Program Pascasarjana Universitas Wahid Hasyim. Persoalan Penting Yang Sering Timbul Dalam Sistem Perpajakan Adalah Keadilan Distribusi Beban Pajak Pada Berbagai Golongan Dalam Masyarakat, Idealnya Sistem Pajak Yang Ada Dapat Menunjukkan Bahwa Semakin Tinggi Tingkat Pendapatan Seseorang, Semakin Besar Proporsi Beban Pajak Yang Harus Ditanggungnya. Tidak Sebaliknya Peningkatan Pajak Mengakibatkan Beban Rakyat, Namun Beban Masyarakat Muslim Yang Tidak Hanya Membayar Pajak Penghasilan Saja Namun Juga Berkewajiban Zakat Menjadi Salah Satu Hal Yang Patut Dikaji Sudut Keadilannya. Studi Ini Dimaksudkan Untuk Menjawab Permasalahan Sebagai Berikut: Bagaimana Pemungutan Pajak Penghasilan Dalam Perspektif Keadilan?, Bagaimana Analisis Hukum Ekonomi Islam Terhadap Keadilan Pemungutan Pajak Penghasilan?. Jenis Penelitian Ini Adalah Library Research, Dengan Pendekatan Yuridis Normatif. Teknik Pengumpulan Data Melalui Dokumentasi Dan Metode Kepustakaan, Data Yang Telah Di Dapat Kemudian Dianalisis Melalui Analisis Data Yaitu Metode Deskriptif Analisis Dan Metode Deduktif. Kesimpulan Dari Penelitian Adalah Pemungutan Pajak Penghasilan Dalam Perspektif Keadilan Didasarkan Adanya Prinsip Manfaat Dan Prinsip Kemampuan Membayar Dimana Dalam Sistem Perpajakan Yang Adil, Setiap Wajib Pajak Harus Membayar Pajak Sejalan Dengan Manfaat Yang Dinikmatinya Dari Pemerintah Dan Pajak Dibebankan Kepada Wajib Pajak Atas Dasar Kemampuan Membayar, Pajak Penghasilan Merupakan Pendapat Utama Negara, Kesadaran Individu Rakyat Indonesia Yang Sangat Tinggi Dalam Membayar Pajak Dan Sekaligus Membantu Pembiayaan Negara. Kesadaran Masyarakat Ini Patut Negara Apreasiakan Dalam Bentuk Pembangunan Yang Berpihak Kepada Kepentingan Rakyat Secara Keseluruhan, Bukan Malah Sebaliknya Melaksanakan Politik Anggaran Yang Tidak Berpihak Pada Kepentingan Masyarakat Secara Umum, Pemungutan Pajak Penghasilan Harus Bersifat Netral Artinya Tidak Mempengaruhi Pilihan Masyarakat Untuk Mengkonsumsi Atau Memproduksi Barang, Dan Tarif Pajak Penghasilan Di Indonesia Jauh Lebih Kecil Dari Yang Diterapkan Di Luar Negeri Sehingga Dari Sudut Keadilan Tidak Akan Memberatkan Masyarakat. Pandangan Hukum Ekonomi Islam Terhadap Keadilan Pemungutan Pajak Penghasilan Dilihat Dalam Beberapa Kriteria Diantaranya Pengenaan Pajak Penghasilan Tidak Mendzalimi Atau Memberatkan Rakyat Untuk Membayarnya, Beban Pajak Tidak Bersifat Kaku Dihadapkan Pada Kemampuan Rakyat Untuk Memanggungnya (bernilai Ukhuwah) Dan Didistribusikan Secara Merata Terhadap Semua Orang Yang Mampu Membayar, Dana Pajak Penghasilan Yang Terkumpul Didistribusikan Dan Dibelanjakan Secara Adil Bagi Tujuan Yang Karenanya Pajak Penghasilan Dikenakan. Tarif Pajak Penghasilan Sebesar 5%-30%, Dapat Dibenarkan Dan Adil Dibanding Di Luar Negeri Yang Mencapai 50 % Dengan Pertimbangan Dan Kebutuhan Masyarakat Dan Negara Dalam Pembiayaan Dan Penyelengaraan Negara. Kata Kunci :Analisis, Hukum Islam, Pajak Penghasilan, Keadilan ABSTRACT Fasichah, NIM 19200021006, "Analysis Of Islamic Law On Income Tax In The Perspective Of Justice", Thesis: Postgraduate Program At Wahid Hasyim University. An Important Issue That Often Arises In The Taxation System Is The Fair Distribution Of The Tax Burden On Various Groups In Society. Ideally The Existing Tax System Can Show That The Higher A Person's Income Level, The Greater The Proportion Of The Tax Burden He Must Bear. On The Other Hand, An Increase In Taxes Results In A Burden On The People, But The Burden Of The Muslim Community Who Not Only Pays Income Taxes But Is Also Obliged To Pay Zakat Is One Of The Things That Should Be Studied From The Point Of View Of Justice. This Study Is Intended To Answer The Following Problems: 1) How Is Income Tax Collected In A Fairness Perspective?. 2) How Is The Analysis Of Islamic Economic Law On The Fairness Of Income Tax Collection?. This Type Of Research Is Library Research, With A Normative Juridical Approach. Data Collection Techniques Through Documentation And Library Methods, The Data That Has Been Obtained Can Then Be Analyzed Through Data Analysis, Namely Descriptive Analysis Methods And Deductive Methods. The Conclusions Of The Study Are 1) Income Tax Collection In The Perspective Of Justice Is Based On The Principle Of Benefit And The Principle Of Ability To Pay Where In A Fair Taxation System, Every Taxpayer Must Pay Taxes In Line With The Benefits He Enjoys From The Government And Taxes Are Charged To Taxpayers On The Basis Of Ability To Pay. , Income Tax Is The Main Opinion Of The State, The Individual Awareness Of The Indonesian People Is Very High In Paying Taxes And At The Same Time Helping The State Financing. This Public Awareness Should Be Appreciated By The State In The Form Of Development That Favors The Interests Of The People As A Whole, Not On The Contrary To Implement Budgetary Politics That Is Not In Favor Of The Interests Of The Community In General, The Collection Of Income Taxes Must Be Neutral, Meaning That It Does Not Affect People's Choices To Consume Or Produce Goods, And The Income Tax Rate In Indonesia Is Much Lower Than That Applied Abroad, So From A Fair Perspective It Will Not Burden The Community. 2) The View Of Islamic Economic Law On The Fairness Of Income Tax Collection Is Seen In Several Criteria Including The Imposition Of Income Tax That Does Not Oppress Or Burden The People To Pay It, The Tax Burden Is Not Rigid In The Face Of The People's Ability To Bear It (worth Ukhuwah) And Is Distributed Equally To All Those Who Able To Pay, The Income Tax Funds Collected Are Distributed And Spent Equitably For The Purposes For Which The Income Tax Is Levied. The Income Tax Rate Is 5%-30%, Justifiable And Fair Compared To Abroad Which Reaches 50% With The Considerations And Needs Of The Community And The State In Financing And Administering The State. Keywords: Analysis, Islamic Law, Income Tax, Justice فصحة ، نيم 19200021006 ، "تحليل الشريعة الإسلامية حول ضريبة الدخل من منظور العدالة" ، أطروحة: برنامج الدراسات العليا بجامعة وحيد هسيم. من القضايا المهمة التي تظهر غالبًا في نظام الضرائب التوزيع العادل للعبء الضريبي على مجموعات مختلفة في المجتمع. ومن الناحية المثالية ، يمكن للنظام الضريبي الحالي أن يُظهر أنه كلما ارتفع مستوى دخل الفرد ، زادت نسبة العبء الضريبي الذي يجب أن يتحمله . من ناحية أخرى ، تؤدي الزيادة في الضرائب إلى عبء على الناس ، لكن عبء المجتمع المسلم الذي لا يدفع ضرائب الدخل فحسب ، بل يُلزم أيضًا بدفع الزكاة ، هو أحد الأشياء التي يجب دراستها من وجهة نظر وجهة نظر العدالة. تهدف هذه الدراسة إلى الإجابة عن المشكلات التالية: كيف يتم تحصيل ضريبة الدخل من منظور عادل ؟ كيف يتم تحليل قانون الاقتصاد الإسلامي حول عدالة تحصيل ضريبة الدخل؟. هذا النوع من البحث هو بحث المكتبة ، مع نهج قانوني معياري. تقنيات جمع البيانات من خلال أساليب التوثيق والمكتبة ، ويمكن بعد ذلك تحليل البيانات التي تم الحصول عليها من خلال تحليل البيانات ، وهي طرق التحليل الوصفي والطرق الاستنتاجية. ستنتاجات الدراسة هي (1:يستند تحصيل ضريبة الدخل من منظور العدالة إلى مبدأ المنفعة ومبدأ القدرة على الدفع حيث يتعين على كل دافع ضرائب في نظام ضريبي عادل دفع الضرائب بما يتماشى مع المزايا التي يتمتع بها. تُفرض الحكومة والضرائب على دافعي الضرائب على أساس القدرة على الدفع. ، ضريبة الدخل هي الرأي الرئيسي للدولة ، والوعي الفردي للشعب الإندونيسي مرتفع للغاية في دفع الضرائب وفي نفس الوقت مساعدة تمويل الدولة. يجب تقدير هذا الوعي العام من قبل الدولة في شكل تنمية لصالح مصالح الشعب ككل ، وليس على العكس من تنفيذ سياسات الميزانية التي لا تصب في مصلحة المجتمع بشكل عام ، وجمع يجب أن تكون ضرائب الدخل محايدة ، مما يعني أنها لا تؤثر على خيارات الناس لاستهلاك أو إنتاج السلع ، ومعدلات ضريبة الدخل في إندونيسيا أقل بكثير من تلك المطبقة في الخارج ، بحيث لا تثقل كاهل المجتمع من منظور عادل.(2 يرى القانون الاقتصادي الإسلامي في عدالة تحصيل ضريبة الدخل في عدة معايير منها فرض ضريبة الدخل التي لا تضطهد أو تثقل على الناس دفعها ، والعبء الضريبي ليس صارمًا في وجه الشعب. القدرة على تحملها (بقيمة أخوة) وتوزيعها بالتساوي على جميع القادرين على الدفع ، يتم توزيع أموال ضريبة الدخل المحصلة وإنفاقها بشكل منصف للأغراض التي يتم من أجلها جباية ضريبة الدخل. معدل ضريبة الدخل 5٪ -30٪ مبررة وعادلة مقارنة بالخارج تصل إلى 50٪ مع اعتبارات واحتياجات المجتمع والدولة في تمويل وإدارة الدولة. الكلمات المفتاحية: التحليل ، الشريعة الإسلامية ، ضريبة الدخل ، العدل
Silahkan login untuk meminjam