Skripsi / Tugas Akhir

18200021027
Muhammad Irhamni Sabil



ANALISIS SOSIO YURIDIS FAKTOR-FAKTOR PENYELESAIAN SENGKETA EKONOMI SYARIAH MELALUI GUGATAN SEDERHANA (STUDI KASUS DI PENGADILAN AGAMA KOTA SEMARANG)


Abstrak - ABSTRAK M. Irhamni Sabil, NIM 182.0002.1027. Analisis Sosio Yuridis Faktor Faktor Penyelesaian Sengketa Ekonomi Syari’ah Melalui Gugatan Sederhana (Studi Kasus Pengadilan Agama Kelas 1A Semarang), Semarang: Program Magister Hukum Ekonomi Syari’ah/ Muamalat Unwahas, Tahun 2021 Kata Kunci: Sengketa Ekonomi Syari’ah, Gugatan Sederhana, Litigasi Penyelesaian Sengketa Ekonomi Syariah Melalui Gugatan Acara Biasa Di Pengadilan Agama (litigasi) Dianggap Tidak Efektif Dan Efisien, Hal Ini Disebabkan Karena Penyelesaian Sengketa Melalui Pengadilan Sangat Lambat Dan Memakan Waktu Lama Sebagai Akibat Dari Pemeriksaannya Yang Sangat Formalitas Dan Sangat Teknis Serta Biaya Perkara Yang Mahal. Hal Ini Berpotensi Memperpanjang Proses Penyelesaian Sengketa. Maka Dari Itu, Mahkamah Agung (MA) Telah Menerbitkan Peraturan Mahkamah Agung No 14 Tahun 2016 Tentang Tata Cara Penyelesaian Perkara Ekonomi Syariah Pada Bab III Terdapat Tata Cara Pemeriksaan Perkara Dengan Acara Sederhana. Gugatan Sederhana Atau Yang Sering Disebut Dengan Small Claim Court Dianggap Efisien Karena Konsep Pengadilan Kecil Yang Cepat, Sederhana Dan Biaya Murah. Namun, Bagaimana Analisis Sosio Yuridisnya Faktor Faktor Penyelesaian Gugatan Sederhana Di Pengadilan Agama Semarang. Jenis Penelitian Ini Menggunakan Jenis Penelitian Kualitatif Lapangan (field Research) Dan Menggunakan Pendekatan Sosiologis Yuridis. Pendekatan Sosiologis Yuridis Yaitu Di Dalam Menghadapi Permasalahan Yang Dibahas Berdasarkan Kondisi Kenyataan Realitas Yang Terjadi Di Masyarakat Kemudian Dihadapkan Pada Peraturan-peraturan Yuridis Legal Berupa Regulasi Perundang Undangan Dan Peraturan Mahkamah Agung Yang Berlaku. Adapun Metode Pengumpulan Data Yang Digunakan Adalah Metode Observasi, Wawancara, Dan Dokumentasi. Analisis Yang Dilakukan Dalam Penelitian Ini Adalah Mencari Data, Dikumpulkan, Diolah, Dianalisis, Kemudian Disesuaikan Antara Sistem Hukum Penyelesaian Sengketa Ekonomi Syariah Dengan Penyelesaian Menggunakan Model Gugatan Sederhana Kemudian Ditarik Kesimpulan. Hasil Penelitian Menunjukkan Bahwa Penyelesaian Sengketa Ekonomi Syariah Di Pengadilan Agama Semarang Dapat Diselesaikan Melalui Gugatan Sederhana (small Claim Court), Hal Ini Sudah Diimplementasikan Sejak Diterbitkannya Aturan Dalam Perma Nomor 14 Tahun 2016 Tata Cara Penyelesaian Sengketa Ekonomi Syari’ah Yang Mengacu Pada Perma Nomor 2 Tahun 2015 Tentang Gugatan Sederhana Dan Perma Nomor 4 Tahun 2019 Tentang Perubahannya. Dari Segi Sosial Budaya, Masyarakat Lebih Tertarik Untuk Memilih Menyelesaikan Sengketa Ekonomi Syariah Di Pengadilan Dengan Model Gugatan Sederhana, Karena Prosesnya Yang Cepat Dan Biaya Yang Murah.
Silahkan login untuk meminjam