Skripsi / Tugas Akhir

19200021015
ALI MAKSUM



ANALISIS STRATEGI MARKETING BMT DALAM MENGHADAPI MASA PANDEMI COVID -19 ( STUDI DI KSPPS BMT NU SEJAHTERA MIJEN SEMARANG DAN KJKS BMT WALISONGO MIJEN SEMARANG )


Abstrak - ABSTRAK Ali Maksum, NIM 19200021015, “Analisis Strategi Marketing BMT Dalam Menghadapi Masa Pandemi COVID-19 (Studi Di KSPPS BMT NU Sejahtera Mijen Semarang Dan KJKS BMT Walisongo Mijen Semarang)”, Tesis: Program Pascasarjana Universitas Wahid Hasyim. Problematika Akibat Dampak Pandemi Dialami Hampir Semua BMT Termasuk Oleh BMT NU Sejahtera Dan KJKS BMT Walisongo Mijen Semarang Yang Mengalami Penurunan Anggota Dan Pendapatan. Namun Anatara Kedua BMT Tersebut Tentunya Secara Khusus Tidak Sama Dampaknya, Keadaan Yang Demikian Tentunya Menjadikan Kedua Lembaga Tersebut Dituntut Untuk Memiliki Strategi Pemasaran Dalam Menawarkan Produk Yang Berkualitas Dengan Pelayanan Prima, Karena Pemasaran Tidak Akan Pernah Terlepas Problem Studi Ini Dimaksudkan Untuk Menjawab Permasalahan Sebagai Berikut: 1) Bagaimana Strategi Marketing KSPPS BMT NU Sejahtera Mijen Semarang Dalam Menghadapi Masa Pandemi Covid-19? 2) Bagaimana Strategi Marketing KJKS BMT Walisongo Mijen Semarang Dalam Menghadapi Masa Pandemi Covid-19? 3) Bagaimana Persamaan, Perbedaan Dan Efektivitas Strategi Marketing KSPPS BMT NU Sejahtera Mijen Semarang Dan KJKS BMT Walisongo Mijen Semarang Dalam Menghadapi Masa Pandemi Covid-19? Jenis Penelitian Ini Adalah Penelitian Lapangan (field Research) Dengan Pendekatan Studi Kasus. Metode Pengumpulan Data Melalui Metode Observasi, Wawancara Dan Dokumentasi, Data Yang Telah Di Dapat Kemudian Dianalisis Melalui Tahapan Yaitu Pengumpulan Data, Reduksi Data, Display Data Dan Penarikan Kesimpulan/verifikasi. Kesimpulan Dari Penelitian Adalah 1) Strategi Marketing KSPPS BMT NU Sejahtera Mijen Semarang Dalam Menghadapi Masa Pandemi Covid-19 Dilakukan Dengan Menciptakan Produk-produk Baru Yang Menarik Yang Langsung Dapat Hadiah Di Muka, Menggalakkan Simpanan Berjangka Dengan Bagi Hasil Hingga 1 % Perbulan, Meyetop Ada Nya Pembiayaan Baru Untuk Menyeimbangkan Neraca Keuangan, Produk Lebih Dispesifikkan Untuk Ditargetkan Pada Kepada Lembaga-Lembaga NU Seperti Sekolah-sekolah NU, Pondok Pesantren, Organisasi Fatayat, Muslimat Dan Lain Sebagainya, Memberikan Rilexasi Kepada Para Anggota Yang Mempunyai Pinjaman Dengan Hanya Membayar Bagi Hasilnya Saja. 2) Strategi Marketing KJKS BMT Walisongo Mijen Semarang Dalam Menghadapi Masa Pandemi Covid-19 Dilakukan Dengan Segmentasi Pasar Yang Lebih Fokus Pada Dosen Dan Karyawan UIN Walisongo Semarang, Ketika Terjadi Kredit Yang Menunggak, Tetap Memberikan Pembiayaan Pinjaman Baru Dengan Sistematis Dan Berhati-hati Dan Khsusus Pada Dosen Dan Karyawan UIN Walisongo, Ada Anggota Yang Mau Menabung Dan Meminjam Tidak Perlu Datang Ke Tapi Cukup Telpon Atau WA Maka Marketing Yang Mendatanginya, Memberikan Bagi Hasil Yang Ringan, Jika Ada Anggota Yang Belum Bisa Mengangsur Atau Sudah Jatuh Tempo Maka Hanya Dibebankan Biaya Bagi Hasilnya Saja. 3) Persamaan Strategi Marketing KSPPS BMT NU Sejahtera Mijen Semarang Dan KJKS BMT Walisongo Mijen Semarang Dalam Menghadapi Masa Pandemi Covid-19 Diantaranya Sama-sama Menciptakan Produk-produk Baru Yang Menarik Bagi Anggota, Mengutamakan Pelayanan Yang Prima, Jemput Bola, Promosai Melalui Brosur, Pamflet Dan Penggunaan Sosial Media, Memberikan Relakasi Kepada Anggota Yang Terkendala Pembayaran Kredit, Melakukan Pembiayaan Denan Bagi Hasil Rendah Dan Untuk Meningkatkan Kualitas SDM Dengan Menitik Beratkan Pada Adanya Training, Dan Pelatihan-pelatihan Bagi Karyawan, Perbedaanya Segmen Pasar KSPPS BMT NU Sejahtera Mijen Semarang Khusus Pada Warga NU Dan Lembaga Yang Ada Di NU, Sedangkan KJKS BMT Walisongo Mijen Semarang Mengarah Pada Dosen Dan Karyawan UIN Walisongo, KSPPS BMT NU Sejahtera Mijen Semarang Dimasa Pandemi Covid 19 Tidak Mebuka Adanya Pembiayaan Baru Sedangkan KJKS BMT Walisongo Mijen Semarang Masih Membuka Pembiayaan Baru Yang Hanya Dikhusukan Pada Dosen Dan Karyawa UIN Walisongo Semarang. KJKS BMT Walisongo Mijen Semarang Lebih Baik Dan Efektif Karena Pangsa Pasarnya Adalah Dosen Dan Karyawan UIN Walisongo Semarnag Karena Secara Materi Tidak Begitu Berdampak Signifikan Pada Kondisi Pandemi Sekarang Karena Memiliki Gaji Tetap. Selain Itu Tetap Membuka Pembiayaan Secara Hati-hati Dan Dikhusukan Pada Dosen Dan Karyawan UIN Walisongo Seamarang, Menjadikan Lembaga Ini Tetap Eksis Dan Survev Keberadannya Sebagai Lembaga Keungan Syariah Yaitu Simpan Pinjam. Kata Kunci: Analisis, Strategi Marketing, Masa Pandemi COVID-19
Silahkan login untuk meminjam