Skripsi / Tugas Akhir

20200011160
NUR HIDAYAH



IMPLIKASI PEMBELAJARAN FIQIH BERBASIS POLA ASUH DI ERA PANDEMI COVID-19 TERHADAP PENINGKATAN IBADAH SISWA PADA MTS NEGERI REMBANG


Abstrak - ABSTRAK Nur Hidayah, NIM 20200011160, Implementasi Pembelajaran Fiqih Berbasis Pola Asuh Di Era Pandemi Covid-19 Terhadap Peningkatan Ibadah Siswa Pada MTs Negeri Rembang, Semarang : Program Megister Pendidikan Agama Islam UNWAHAS Tahun 2022 Kata Kunci : Pembelajaran Fiqih, Pola Asuh, Covid-19, Ibadah Penelitian Ini Di Latar Belakangi Oleh Adanya Wabah Covid-19 Yang Menjadikan Salah Satu Penyebab Perubahan Proses Pembelajaran Fiqih Seperti Pada Umumnya. Sejak Adanya Pandemi Covid-19 Proses Pembelajaran Fiqih Di Laksanakan Secara Daring. Hal Ini Menjadikan Guru Dan Orang Harus Besinergi Dalam Kegiatan Proses Pembelajaran, Karena Pembelajaran Dilaksanakan Secara Jarak Jauh. Orang Tua Memegang Peran Penting Mendampingi Dan Memantau Anak Dalam Kegaiatan Pembelajaran. Guru Harus Menyiapkan Metode Pembelajaran Yang Efektif Dan Efesien Untuk Mencapai Pembelajaran Yang Optimal. Orang Tua Didorong Untuk Memotivasi Serta Memfasilitasi Peserta Didik Agar Tetap Bisa Mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh. Studi Ini Berusaha Untuk Menjawab Persoalan Sebagai Berikut : (1) Bagaiamana Strategi Pembalajaran Fiqih Berbasis Pola Asuh Di Era Pndemi Covid-19? (2) Bagaimana Pembalajaran Fiqih Berbasis Pola Asuh Di Era Pndemi Covid-19 Terhadap Peningkatan Ibadah Siswa Pada MTs Negeri Rembang? (3) Bagaimana Implikasi Pembalajaran Fiqih Berbasis Pola Asuh Di Era Pndemi Covid-19? Penelitaian Meruapakan Penelitian Kualitatif-deskriptif , Sumber Data Dalam Penelitaian Ini Anatara Lain Kepala Madrasah, Guru Mata Pelajaran Fiqih, Siswa Dan Wali Murid MTs Negeri 1 Rembang. Pengumpulan Data Dilakukan Dengan Melaksanakan Kegiatan Pengamatan, Wawancara, Dan Dokumentasi. Sementara Analisis Yang Dilakukan Menggunakan Empat Tahapan Yakni Pengumpulan Data, Reduksi, Pendisplayan Dan Penyimpulan Data. Kesimpulan Dari Penelitian Ini Adalah (1) Strategi Pembelajaran Fiqih Bebasis Pola Asuh Di Era Pandemi Covid-19 Guru Dituntut Untuk Membuat Model Pembelajaran Yang Efektif Dan Efesien Dengan Menyesuaikan Keadaan Siswa. Ada Beberapa Hal Dalam Melakukan Strategi Pembelajaran Antara Lain: (a) Guru Melaksanakan Kegiatan Awal Proses Pembelajaran Daring Dengan Mengabsensi Siswa (b) Mengawasi Interkasi Siswa Disaat Pembelajaran Di Mulai Dengan Cara Melihat Keaktifan Siswa Dalam Chat Grup Atau Video Saat Proses Pembelajaran Daring (c) Mngevaluasi Strategi Pelaksanaan Proses Pembelajaran Daring Untuk Meningkatkan Prestasi Siswa. (2) Pembelajaran Fiqih Bebasis Pola Asuh Di Era Pandemi Covid-19 Terhadap Peningkatan Ibadah Siswa Pada MTs Negeri Rembang Meliputi (a) Pelaksanaan Proses Pembelajaran Di MTs Negeri Rembang Sesuai Dengan Surat Edaran Kemendikbud Nomor 2 Tahun 2020 Dan Surat Edaran Kementrian Agama Nomor B-1673.1DJ.1.08/2020 Maka Sistem Pembelajaran Menggunakan Pembelajaran Jarak Jauh Atau Pembelajaran Daring. (b) Dalam Pelaksanaan Pembelajaran Daring Guru Menyiapkan Langkah-langkah Pembelajaran Fiqih Baik Dalam Segi Perencanaan ,pelaksanaan Dan Evaluasi Dengan Menyesuaikan Keadaan Pandemi Covid-19 (c) Peran Kepala Sekolah, Guru Dan Orang Tua Dalam Proses Pembelajaran Fiqih Berbasis Pola Asuh Di MTs Negeri 1 Rembang Sangat Penting Terhadap Peningkatan Ibadah Siswa Di Era Pandemi Covid-19. L (3) Implikasi Pembelajaran Fiqih Berbasis Pola Asuh Di Era Pandemi Covid-19 Meliputi Hambatan (a) Jaringan Internet, Kuota Serta Handhpone Yang Masih Menjadi Kendala Untuk Mengakses Pembelajaran Daring Bagi Siswa (b) Kendala Dengan Banyaknya Siswa Yang Harus Di Layani, Maka Pekerjaan Guru Lebih Banyak Membutuhkan Penyelesaian (c) Pemahaman Siswa Yang Tidak Bias Di Prediksi Guru (d) Peserta Didik Yang Tidak Memiliki Alat Pembelajaran (e) Pendampingan Orang Tua Terhadap Siswa Pada Saat Proses Pembelajaran Yang Kurang Maksimal Solusi (a) Pendidik Ditekankan Untuk Mempersiapkan Bahan Ajar Yang Menarik Dengan Metode Yang Menyenangkan. Misal Dengan Menyajikan Bahan Ajar Dengan Memakai Slide Power Point Yang Di Dalamnya Terdapat Video Belajar Supaya Bahan Ajar Lebih Hidup Di Rasakan Oleh Peserta Didik. (b) Jika Tidak Memiliki Keterampilan Dalam Pemanfaatan Teknologi, Pendidik Bisa Memakai Media Yang Mudah Dan Simpel Dalam Pengoprasiannya, Misal Memakai Media Sosial Whatsapp Dan Line. Tapi Pendidik Tetap Ditekankan Untuk Mengembankan Keterampilan Pemanfaatan Teknologinya Dengan Ikut Serta Dalam Seminar Pelatihan IT, Meminta Diajarkan Atau Bertanya Kepada Pendidik Lain Yang Memiliki Keahlian Dalam Memanfaatkan Teknologi. (c) Mengatasi Murid Yang Pasif Atau Tidak Pro Aktif Dalam Kegiatan Belajar Mengajar Yang Sedang Berlangsung Dengan Cara Menjalin Komunikasi Secara Pribadi Dengan Murid Dan Wali Muridnya. Jika Cara Ini Tidak Bekerja, Maka Bisa Menggunakan Cara Dengan Melakukan Kunjungan Ke Rumahnya. (d) Pendidik Mapel Beserta Pendidik Bimbingan Konseling Berupaya Untuk Mengamati Dan Mecari Informasi Tekait Hambatan Yang Dialami Oleh Murid Dengan Menjalin Komunikasi Dengan Wali Murid Dari Murid Tersebut. Jika Hambatan Tersebut Dikarenakan Murid Bersifat Pemalas, Maka Pendidik BK Hendaknya Memohon Pada Wali Murid Dari Murid Tersebut Agar Dapat Mendampingi Pelaksanaan Pembelajaran Secara Daring. (e) Untuk Murid Yang Mempunyai Keterbatasan Fasilitias Seperti Smartphone Atau Laptop, Bergantian Dengan Menggunakan Fasilitas Walinya Atau Lemahnya Sinyal Internet, Maka Murid Bisa Menyelesaikan Tugasnya Dengan Cara Manual. (f) Memberikan Keluasan Waktu Pengerjaan Tugas Supaya Murid Yang Meminjam Smartphone Miliki Walinya Bisa Dilayani Dan Bisa Mengumpulkan Tugasnya. (g) Memohon Pertolongan Wali Kelas Dalam Hal Memberikan Informasi Mengenai Perkembangan Belajar Murid Kepada Walinya Via Grup Whatsapps Wali Murid Yang Sudah Dibentuk Sebelumnya. Demikian Dengan Melakuan Cara Tesebut Diharapkan Para Wali Murid Bisa Memberikan Semangat Dan Membimbing Anaknya Yang Cenderung Mengabaikan Tugas Yang Dibagikan Oleh Pendidik. (h) Guru Mapel Bisa Memohon Kepada Murid Yang Proaktif Untuk Menyampaikan Informasi Mengenai Tugas Yang Diberikan Oleh Pendidik Sebelumnya Kepada Murid Yang Lupa Atau Cendering Mengabaikan Tugas Yang Diberikan Tersebut. (h) Guru Mata Pelajaran Menghubungi Langsung Nomor Handphone Peserta Didik Untuk Menanyakan Sebab-sebab Tidak Mengerjakan Tugas Yang Di Berikan.   ABTRACT Nur Hidayah, NIM 20200011160, Implementation Of Parenting-Based Fiqh Learning In The Covid-19 Pandemic Era To Improve Student Achievement At MTs Negeri Rembang, Semarang: UNWAHAS Islamic Education Master Program In 2022 Keywords: Fiqh Learning, Parenting, Covid-19, Achievement This Research Was Motivated By The Covid-19 Outbreak Which Was One Of The Causes Of Changes In The Fiqh Learning Process In General. Since The Covid-19 Pandemic, The Process Of Learning Fiqh Has Been Carried Out Online. This Makes Teachers And People Have To Work Together In The Learning Process Activities Because Learning Is Carried Out Remotely. Parents Play An Important Role In Assisting And Monitoring Children In Learning Activities. Teachers Must Prepare Effective And Efficient Learning Methods To Achieve Optimal Learning. Parents Are Encouraged To Motivate And Facilitate Students To Continue To Participate In Distance Learning. This Study Seeks To Answer The Following Questions: (1) How Is The Implementation Of Parenting-Based Fiqh Learning In The Covid-19? (2) What Is The Parenting-Based Fiqh Learning Strategy In The Covid-19 Pandemic Era To Improve Student Achievement At MTs Negeri Rembang? (3) What Are The Obstacles And Solutions To Parenting-Based Fiqh Learning In The Covid-19 Pandemic Era To Improve? This Research Is Qualitative-descriptive Research, The Data Sources In This Research Include The Head Of Madrasah, Fiqh Subject Teachers, Students, And Guardians Of MTs Negeri Rembang. Data Collection Techniques Used Are Interviews, Documentation, And Observation. The Data That Has Been Obtained Is Then Analyzed Through Data Analysis By Going Through Four Stages, Namely Data Collection, Data Reduction, Data Presentation, And Data Inference. The Conclusions Of This Study Are (1) The Implementation Of Parenting-based Fiqh Learning In The Era Of The Covid-19 Pandemic To Improve Student Achievement At MTs Negeri Rembang Includes (a) Implementing The Learning Process At MTs Negeri Rembang By The Circular Letter Of The Ministry Of Education And Culture Number 2 Of 2020 And The Circular Letter Of The Ministry Of Religion Number B-1673.1DJ.1.08/2020, The Learning System Uses Distance Learning Or Online Learning. (b) In The Implementation Of Online Learning The Teacher Prepares Fiqh Learning Steps Both In Terms Of Planning, Implementation And Evaluation By Adjusting To The Covid-19 Pandemic Situation (c) The Role Of School Principals, Teachers, And Parents In The Process Of Learning Fiqh Based On Parenting In State MTs Rembang Is Very Important To Improve Student Achievement In The Era Of The Covid-19 Pandemic. L (2) Learning Strategies For Fiqh Based On Parenting In The Era Of The Covid-19 Pandemic To Improve Student Achievement At MTs Negeri Rembang, Teachers Must Create An Effective And Efficient Learning Model By Adjusting The Student's Circumstances. There Are Several Things In Carrying Out Learning Strategies, Including (a) The Teacher Carries Out The Initial Activities Of The Online Learning Process By Attending To Students (b) Supervising Student Interaction When Learning Begins By Observing Student Activity In Group Chats Or Videos During The Online Learning Process (c) Evaluate The Strategy Of Implementing The Online Learning Process To Improve Student Achievement. (3) Barriers And Solutions For Learning Fiqh Based On Parenting In The Era Of The Covid-19 Pandemic To Improve Student Achievement At MTs Negeri Rembang Include Obstacles (a) Internet Network, Quotas And Cellphones Which Are Still Obstacles To Accessing Online Learning For Students (b) The Problem With The Number Of Students That Must Be Served, The Teacher's Work Requires More Completion (c) Student Understanding That Cannot Be Predicted By The Teacher (d) Students Who Do Not Have Learning Tools (e) Parental Assistance To Students During The Learning Process Less Than Optimal Solution (a) Teachers Should Prepare Learning Materials As Attractive As Possible, Such As Presenting Material In Power Point Slides Accompanied By Learning Videos So That Students Feel The Material More Alive (b) In Terms Of Limited IT Mastery, Teachers Can Use Technology That Is More Operational Simple, Like The Whatsapp Application But The Teacher Must Improve His IT Competence By Attend Related Workshops, Ask Other Teachers Who Have More Skills In Their IT Field (c) Students Who Are Less Pro-active In Participating In Online Learning Can Be Overcome By Being Proactive By Contacting Via Telephone, Students And Their Parents Personally, If This Is Not Possible For Home Visits (d) Subject Teachers And BK Teachers Try To Find Out What The Problem Is By Contacting Their Parents, If The Problem Is That Their Child Is Lazy, The BK Teacher Will Ask Their Parents To Assist In The Implementation Of Online Learning (e) For Students Who Do Not Have Device Or Take Turns Using It With Their Parents Or Do Not Have Internet Network Access, Students Can Do Assignments Manually (f) Give Free Time To Do Assignments So That Students Who Take Turns Cell Phones/gadgets With Their Parents Can Be Served (g) Subject Teachers Can Ask For Help Active Learners To Inform Ta Gihan That Has Not Been Done By Students Who Are Less Concerned About (h) The Subject Teacher Contacts The Student's Cellphone Number Directly To Ask The Reasons For Not Doing The Assigned Task.
Silahkan login untuk meminjam