Skripsi / Tugas Akhir

18200011096
Faroh Khoridatul Fitri



INTEGRASI KURIKULUM PONDOK PESANTREN DAN KURIKULUM MADRASAH DALAM MEMBANGUN KARAKTER ASWAJA PADA PONDOK PESANTREN NURUL QUR'AN BOYOLALI


Abstrak - ABSTRAK Faroh Khoridatul Fitri, NIM 18200011096. Integrasi Kurikulum Pondok Pesantren Dan Kurikulum Madrasah Dalam Membangun Karakter Aswaja Pada Pondok Pesantren Nurul Qur’an Boyolali. Program Magister UNWAHAS Tahun 2021. Kata Kunci: Integrasi Kurikulum, Pondok Pesantren, Madrasah, Karakter Aswaja Lembaga Pendidikan Islam Di Indonesia Terbagi Menjadi 2, Yaitu Pondok Pesantren Dan Madrasah, Keduanya Saling Berkaitan Dan Saling Membutuhkan. Pendidikan Di Indonesia Saat Ini Belum Sepenuhnya Dapat Membentuk Generasi Muda Yang Unggul Dan Berkarakter. Mayoritas Sekolah Hanya Fokus Mentransfer Ilmu Pengetahuan Tanpa Mendidik Karakternya Agar Menjadi Baik Sesuai Dengan Ajaran Nabi Muhammad Saw. Sehingga Dengan Adanya Integrasi Kurikulum Pondok Pesantren Dan Kurikulum Madrasah Diharapkan Mampu Membentuk Generasi Yang Khaira Ummah (insan Berintelektual, Spiritual Dan Berkarakter Aswaja). Permasalahan Penelitian Adalah Bentuk Integrasi Kurikulum Pondok Pesantren Dan Kurikulum Madrasah, Implementasi, Evaluasi, Dan Faktor Yang Berpengaruh Dalam Integrasi Kurikulum Pondok Pesantren Dan Kurikulum Madrasah Dalam Membangun Karakter Aswaja Pada Pondok Pesantren Nurul Qur’an Boyolali. Penelitian Ini Menggunakan Metode Kualitatif-deskriptif-analitik, Dengan Teknik Pengumpulan Data: Observasi, Wawancara Dan Dokumentasi. Pada Uji Keabsahan Data Menggunakan Triangulasi Dan Membercheck. Dan Pada Metode Analisis Data Menggunakan Reduksi Data, Penyajian Data, Kesimpulan Dan Verifikasi. Hasil Penelitian Menunjukkan Bahwa: 1) Bentuk Integrasi Kurikulum Podok Pesantren Dan Kurikulum Madrasah Pada Pondok Pesantren Nurul Qur’an Boyolali Terletak Pada Integrasi Materi Dalam Satu Mata Pelajaran (Within Single Disciplines) Jenis Connected Model Yang Sudah Ada Upaya Untuk Membuat Hubungan Secara Eksplisit Dalam Satu Mata Pelajaran Dengan Menghubungkan Satu Topik Dengan Topik Lainnya. 2) Implementasi Integrasi Kurikulum Menggunakan Model Sistem, Dimana Terdapat Saling Keterkaitan Antar Satu Komponen Dan Komponen Lain. 3) Evaluasi Integrasi Kurikulum Menggunakan Model Objektif Yang Dilakukan Setiap Satu Tahun Sekali Pada Akhir Pengembangan Kurikulum. Keberhasilan Kurikulum Diukur Dari Penguasaan Siswa Pada Tujuan Utama Terinternalisasinya Karakter Aswaja Pada Peserta Didik. 4) Faktor Yang Berpengaruh Dalam Integrasi Kurikulum Berupa Faktor Pendukung Dan Faktor Penghambat. Faktor Pendukung Meliputi: Kharismatik Kyai, Hubungan Baik Dengan Masyarakat, Alumni Yang Mengabdikan Diri, Dan Santri Yang Berasal Dari Berbagai Wilayah Sehingga Dapat Memperluas Jaringan. Sedangkan Faktor Penghambatnya Yaitu: Kurangnya SDM Yang Memadai, Rentang Waktu Didirikan Madrasah Yang Masih Singkat, Perbedaan Latar Belakang Peserta Didik, Dan Adanya Infrastruktur Yang Masih Dalam Proses Pembangunan.
Silahkan login untuk meminjam