Skripsi / Tugas Akhir

19200021019
BASHORI



PRAKTIK PEMBAYARAN GAJI PENYULUH AGAMA ISLAM NON PNS DALAM PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARIAH (STUDI KASUS KUA KECAMATAN CEPIRING KABUPATEN KENDAL)


Abstrak - ABSTAK Bashori, NIM.: 19200021019. Praktik Pembayaran Gaji Penyuluh Agama Islam Non PNS Dalam Perspektif Hukum Ekonomi Syariah (Studi Kasus KUA Kecamatan Cepiring Kabupaten Kendal), Semarang: Program Magister Hukum Ekonomi Syariah UNWAHAS Tahun 2021 Kata Kunci: Hukum Ekonomi Syariah, Pembayaran Gaji, PAI Non PNS Di Zaman Modern Ini, Banyak Instansi Atau Kantor Yang Memberikan Upah Pegawainya / Karyawannya Berdasarkan Patokan Yang Telah Ditentukan Oleh Instansi Atau Kantor Itu Sendiri. Adapun Pihak Instansi Atau Kantor Dalam Membayarkan Upah Kepada Para Pegawainya / Karyawannya Menggunakan Sistem Perhitungan Upah Bulanan, Yang Akan Dibayarakan Secara Bulanan Juga, Namun Dalam Pembayaran Upah Tersebut, Pihak Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kendal Tidak Memastikan Tiap Tanggal Berapa Upah / Gaji Tersebut Akan Dibayarkan. Pokok Permasalahan Dalam Penelitian Ini Adalah: Bagaimana Praktik Pembayaran Gaji Penyuluh Agama Islam Non Pns KUA Kecamatan Cepiring Kabupaten Kendal Dan Bagaimana Praktik Pembayaran Gaji Penyuluh Agama Islam Non Pns KUA Kecamatan Cepiring Kabupaten Kendal Dalam Perspektif Hukum Ekonomi Syariah. Penelitian Ini Adalah Penelitian Lapangan. Sedangkan Pemaparan Dalam Penelitian Ini Mengarah Pada Penjelasan Deskriptif Sebagai Ciri Khas Penelitian Kualitatif. Penelitian Kualitatif Adalah Penelitian Yang Bermaksud Untuk Memahami Fenomena Tentang Apa Yang Dialami Subjek Penelitian Misalnya Perilaku, Persepsi, Motivasi, Tindakan Dan Lain-lain Secara Holistik, Dan Dengan Cara Deskripsi Dalam Bentuk Kata-kata Dan Bahasa, Pada Suatu Konteks Khusus Yang Ilmiah Dan Dengan Memanfaatkan Berbagai Metode Ilmiah. Metode Ilmiah Yang Dimaksud Adalah Dengan Model Wawancara, Dan Penelaahan Buku-buku Serta Dokumen Yang Terkait. Dari Hasil Penelitian Dapat Disimpulkan Bahwa Praktik Pembayaran Gaji PAI Non PNS KUA Kecamatan Cepiring Kabupaten Kendal Dalam Perspektif Hukum Ekonomi Syariah Termasuk Akad Ijarah, Yaitu Suatu Jenis Akad Untuk Mengambil Manfaat Dengan Jalan Penggantian. Manfaat Itu Berbentuk Sebagai Tugas Atau Kerja Pribadi Seseorang Yang Mencurahkan Tenaga Dan Pikiran Untuk Membimbing Umat Dalam Rangka Pembinaan Mental, Moral, Dan Ketakwaan Kepada Allah SWT Melalui Majlis Taklim Binaan Dan Satu Minggu Sekali Piket Di KUA Kecamatan Cepiring Membantu Tugas Kantor Sesuai Jadwal Selama Kontrak. Pemilik Yang Menyewakan Manfaat Yaitu Para PAI Non PNS Disebut Mu’jir (orang Yang Menyewakan). Pihak Lain Yang Memberikan Sewa Yaitu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kendal Disebut Musta’jir (orang Yang Menyewa Atau Penyewa). Dan, Sesuatu Yang Diakadkan Untuk Diambil Manfaatnya Disebut Ma’jur (sewaan). Sedangkan Jasa Yang Diberikan Sebagai Imbalan Manfaat Disebut Ajran Atau Ujrah (upah). Manakala Akad Sewa Menyewa Telah Berlangsung, Penyewa Sudah Berhak Mengambil Manfaat. Dan Orang Yang Menyewakan Berhak Pula Mengambil Upah, Karena Akad Ini Adalah Mu’awadhah (penggantian). ABSTACT Bashori, NIM.: 19200021019. The Practice Of Paying Islamic Religious Counselors' Salaries To Non-PNS In The Perspective Of Sharia Economic Law (KUA Case Study, Cepiring District, Kendal Regency), Semarang: Masters Program In Sharia Economics Law UNWAHAS In 2021 Keywords: Sharia Economic Law, Salary Payment, PAI Non Civil Servant In This Modern Era, Many Agencies Or Offices Provide Wages For Their Employees/employees Based On Benchmarks That Have Been Determined By The Agency Or Office Itself. As For The Agency Or Office In Paying Wages To Its Employees/employees Using A Monthly Wage Calculation System, Which Will Be Paid Monthly As Well, But In Paying These Wages, The Kendal Regency Ministry Of Religion Does Not Confirm Each Date On What Date The Wages/salaries Will Be Paid. The Main Problems In This Study Are: How Is The Practice Of Payment Of Salaries Of Islamic Religious Instructors To Non Civil Servants Of KUA Cepiring District, Kendal Regency And How Is The Practice Of Payment Of Salaries Of Islamic Religious Instructors To Non Civil Servants Of KUA Cepiring District, Kendal Regency In The Perspective Of Sharia Economic Law. This Research Is A Field Research. While The Exposure In This Study Leads To A Descriptive Explanation As A Characteristic Of Qualitative Research. Qualitative Research Is Research That Intends To Understand Phenomena About What Is Experienced By Research Subjects Such As Behavior, Perceptions, Motivations, Actions And Others Holistically, And By Means Of Descriptions In The Form Of Words And Language, In A Special Scientific Context And With Using Various Scientific Methods. The Scientific Method In Question Is The Interview Model, And The Study Of Related Books And Documents. From The Results Of The Study, It Can Be Concluded That The Practice Of Paying PAI Salaries To Non-civil Servants Of KUA, Cepiring District, Kendal Regency, In The Perspective Of Islamic Economic Law, Includes An Ijarah Contract, Which Is A Type Of Contract To Take Benefits By Way Of Replacement. This Benefit Is In The Form Of A Personal Task Or Work Of Someone Who Devotes Energy And Thoughts To Guiding The People In The Context Of Mental, Moral, And Piety To Allah SWT Through The Guided Taklim Assembly And Once A Week Pickets At The KUA, Cepiring District, Assisting Office Tasks According To The Schedule During The Contract. The Owner Who Rents Out The Benefits, Namely Non-civil Servant PAIs, Is Called Mu'jir (the Person Who Rents Out). The Other Party Who Provides The Lease, Namely The Kendal Regency Ministry Of Religion Is Called Musta'jir (the Person Who Rents Or Rents). And, Something That Is Contracted To Be Taken Advantage Of Is Called Ma'jur (rent). While The Services Provided In Return For Benefits Are Called Ajran Or Ujrah (wages). When The Lease Contract Has Taken Place, The Lessee Has The Right To Take The Benefits. And The Person Who Rents Out Has The Right To Take Wages, Because This Contract Is A Mu'awadhah (replacement).
Silahkan login untuk meminjam