Skripsi / Tugas Akhir

20200011192
SHADIKIN



STUDI ANALISIS RELEVANSI PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM K.H. HASYIM ASY'ARI DAN K.H. SAHAL MAHFUDH DALAM ERA TRANSFORMASI DIGITAL


Abstrak - Shadikin, NIM. 20200011192. Studi Analisis Relevansi Pemikiran Pendidikan Islam K.H. Hasyim Asy’ari Dan K.H. Sahal Mahfudh Dalam Era Transformasi Digital. Semarang: Program Magister Pendidikan Agama Islam UNWAHAS Tahun 2022. Kata Kunci: Pemikiran Pendidikan Islam K.H. Hasyim Asy’ari Dan K.H. Sahal Mahfudh, Relevansi Pendidikan Islam Era Transformasi Digital. Pendidikan Islam Memiliki Pijakan Yang Paling Kokoh Yakni Al-Qur’an Dan Hadis. Kemudian Praktik Pendidikan Islam Sepanjang Kehidupan Kaum Muslimin Dari Masa Ke Masa Hingga Sekarang. Pendidikan Yang Berhasil Ialah Pendidikan Yang Mampu Menjadikan Praktik Pendidikan Masa Lalu Dengan Kelebihan Dan Kekurangannya Sebagai Acuan, Lalu Dijadikan Potret Untuk Memformulasikan Pendidikan Masa Depan. Pendidikan Islam Ulama Nusantara Terdahulu Dan Sekarang Patut Untuk Dikaji, Ulama Kharismatik K.H. Hasyim Asy’ari Dan K.H. Sahal Mahfudh. Fokus Penelitian Ini Adalah Pemikiran Pendidikan Islam K.H. Hasyim Asy’ari Dan K.H. Sahal Mahfudh Beserta Relevansi Pendidikan Islam K.H. Hasyim Asy’ari Dan K.H. Sahal Mahfudh Di Era Transformasi Digital. Penelitiaan Ini Merupakan Kualitatif–deskriptif, Sumber Data Menggunakan Kitab Karya K.H. Hasyim Asy’ari Dan K.H. Sahal Mahfudh Dan Data Sekunder Meliputi Buku Buku Yang Relevan. Tehnik Pengumpulan Data Dengan Tehnik Dokumentasi. Penelitian Ini Bersifat Library Reseach Dengan Tehnik Analisis Deskripsi Dan Interpretasi Yakni Melalui Conten Analisis Dan Analisis Filosofis. Untuk Menguji Keabsahan Data Penelitian Kualitafif Ini Menggunakan Tehnik Trianggulasi Teori. Hasil Penelitian Menunjukkan Bahwa 1. Pandangan K.H. Hasyim Asy’ari Terhadap Pendidikan Islam Dilihat Dalam Upaya Memanusiakan Manusia Seutuhnya, Yakni Menjadi Makhluk Yang Bertaqwa Kepada Allah Swt., Pendidikan Islam Sebagai Benteng Kokoh Umat Dan Sumber Kemuliaan. Pendekatan Pendidikan Islam Tradisionalis Dan Konservatif K.H. Hasyim Asy’ari Banyak Mengadopsi Tradisi Pendidikan Islam Klasik Yang Lebih Mengedepankan Normativitas, Tradisi Belajar Mengajar Dan Etika Dalam Belajar Yang Di Pandang Telah Mengantarkan Islam Ke Zaman Keemasannya. 2. Pemikiran Kiai Sahal Nampak Bernuansa Kontemporer Tanpa Harus Melupakan Nilai-nilai Khasanah Kitab Kuning. Pendekatan Multidisipliner Merupakan Landasan Teori Pemikirannya, Sehingga Kiai Sahal Termasuk Pemikir Eklektik, Yaitu Pemikiran Yang Berusaha Memilih Semua Yang Dianggap Terbaik, Tanpa Mempedulikan Aliran Dan Ideologi Apapun, Asalkan Pemikiran Itu Baik, Bermanfaat Untuk Umat, Maka Pemikiran Itu Yang Dipilih Dan Dikembangkan. Kiai Sahal Memberikan Penekanan Bahwa Pendidikan Demokratis Transformatif Harus Benar-benar Diimplementasikan Secara Nyata, Tidak Hanya Sebatas Sebagai “proyek Intelektual” Yang Jauh Dari Kehidupan. 3. Relevansi Pemikiran Pendidikan Islam K.H. Hasyim Asy’ari Dan K.H. Sahal Mahfudh Sebagai Landasan Menghadapi Tantangan Dalam Transformasi Era Digital Semisal Social Budaya, Pembinaan Moralitas Spiritual Agar Bisa Menyiapkan Generasi Shalih Dan Akram.
Silahkan login untuk meminjam