Mahasiswi Universitas Diponegoro Menghadirkan Sudut Instagrammable sebagai Inovasi Promosi Literasi di UPT Perpustakaan Universitas Wahid Hasyim

by Supri-UPT Perpus

Semarang, 20 Januari 2026 — UPT Perpustakaan Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang terus berupaya melakukan pengembangan layanan dan tata ruang perpustakaan agar lebih adaptif terhadap kebutuhan pengguna. Dalam kegiatan job training, kami berempat mahasiswi Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Universitas Diponegoro berkesempatan berkontribusi dalam optimalisasi ruang perpustakaan melalui perancangan sudut instagrammable sebagai strategi promosi literasi berbasis visual.

Sudut instagrammable ini dirancang sebagai spot foto yang memadukan elemen dekoratif berupa rak buku, tanaman hias, cermin full body, rumput sintetis, serta batu dekoratif. Kehadirannya diharapkan dapat meningkatkan daya tarik visual perpustakaan sekaligus memperkuat citra perpustakaan sebagai ruang belajar yang modern dan ramah generasi digital.

Dari Ruang Kosong Menuju Ruang Bermakna

Selama masa magang, kami mengamati bahwa beberapa sudut di lantai 2 UPT Perpustakaan Unwahas masih belum dimanfaatkan secara optimal. Salah satu sudut tersebut berada tepat di depan tangga menuju lantai 3, sehingga menjadi area yang sering dilewati pengguna perpustakaan. Namun, secara visual sudut tersebut masih terlihat kosong dan belum memberikan fungsi tambahan bagi pengunjung.

Ide pemanfaatan ruang ini berawal dari arahan pendamping magang kami yang menyampaikan, “Ruang kosong ini mungkin bisa dibuat jadi tempat yang instagrammable.” Dari masukan tersebut, kami kemudian mengembangkan konsep desain secara mandiri dan merealisasikannya sesuai dengan karakter ruang perpustakaan.

Kami melihat bahwa keberadaan sudut ini sangat strategis, karena banyak mahasiswa yang berhenti sejenak untuk bercermin atau sekadar beristirahat saat naik dan turun tangga. Hal ini menjadi peluang untuk mengubah ruang transisi menjadi ruang interaksi visual yang menarik.

Konsep Desain Sudut Instagrammable

Konsep yang kami usung adalah aesthetic library corner, yaitu sudut baca sekaligus spot foto dengan nuansa minimalis, modern, dan natural. Rak buku dekoratif ditempatkan sebagai elemen utama yang merepresentasikan identitas perpustakaan, dipadukan dengan tanaman hias untuk memberikan kesan segar dan nyaman.

Cermin full body ditambahkan untuk memberikan efek visual ruang yang lebih luas sekaligus mendukung aktivitas pengguna yang ingin berfoto atau sekadar bercermin. Lantai rumput sintetis dengan batu dekoratif di bagian tepi memberikan nuansa taman mini yang estetik, sehingga sudut ini tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga menghadirkan pengalaman ruang yang berbeda bagi pengunjung.

Perancangan sudut ini tidak hanya berorientasi pada estetika, tetapi juga sebagai bagian dari strategi promosi perpustakaan melalui media sosial. Spot foto yang menarik diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk membagikan pengalaman mereka di perpustakaan, sehingga secara tidak langsung meningkatkan visibilitas perpustakaan di ruang digital.

Implementasi dan Tantangan

Proses implementasi dilakukan secara bertahap, mulai dari perencanaan desain, pengadaan dekorasi, hingga penataan ruang. Tantangan yang kami hadapi antara lain keterbatasan ruang, penyesuaian tata letak furnitur agar tidak mengganggu sirkulasi pengguna, serta pemilihan dekorasi yang tetap selaras dengan fungsi perpustakaan sebagai ruang belajar yang kondusif.

Koordinasi dengan pustakawan dan pengelola UPT Perpustakaan Unwahas menjadi bagian penting dalam proses ini, agar desain yang dihadirkan tetap sesuai dengan kebijakan institusi dan kebutuhan pengguna perpustakaan.

Sudut Instagrammable sebagai Strategi Promosi Literasi

Kehadiran sudut instagrammable tidak hanya berfungsi sebagai elemen dekoratif, tetapi juga sebagai strategi promosi literasi berbasis media sosial. Di era digital, mahasiswa cenderung membagikan pengalaman ruang melalui platform seperti Instagram dan TikTok. Dengan adanya spot foto yang estetik, perpustakaan memiliki peluang untuk mendapatkan promosi organik melalui user-generated content.

Selain itu, desain ruang yang menarik dapat meningkatkan kenyamanan pengguna dan mendorong mahasiswa untuk berkunjung lebih lama ke perpustakaan, sehingga aktivitas membaca dan belajar dapat meningkat secara tidak langsung.

Refleksi Pengalaman Mahasiswi Magang

Bagi kami, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga dalam menerapkan pengetahuan tentang manajemen ruang perpustakaan, promosi perpustakaan, dan user experience yang diperoleh selama perkuliahan. Optimalisasi sudut ruang yang sebelumnya tidak termanfaatkan menunjukkan bahwa inovasi sederhana dapat memberikan dampak signifikan terhadap citra dan daya tarik perpustakaan.

Ke depan, sudut instagrammable ini diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai bagian dari strategi branding UPT Perpustakaan Universitas Wahid Hasyim Semarang, baik melalui integrasi dengan konten media sosial perpustakaan maupun program literasi lainnya.

Pengalaman ini juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara mahasiswa, pendamping magang, dan pustakawan dalam mengembangkan perpustakaan sebagai ruang belajar yang adaptif, kreatif, dan relevan dengan budaya digital generasi muda. (adminq)

You may also like